Exparative tak lekang oleh waktu

Jumat, 30 Desember 2011

Dear God

Posted by Exp4rativ3 on 04.22

Dear God
                                                            Karya Muslim Amaluddin

           
            Masalah mulai dihadapi oleh Farli, masalah yang sering dihadapi oleh para remaja . Sejak ia mulai kembali di jalan yang benar dan selalu bersandar diri pada Allah SWT, membuatnya menjadi manusia yang tegar akan segala cobaan. Hubungannya dengan Lisa mulai terganggu ketika Farli mulai berfikir bahwa mereka sudah tidak bisa bersama lagi saat dia meninggalkan sekolahnya menuju perguruan tinggi. Farli yang tidak ingin menjalin hubungan jarak jauh , mulai berfikir untuk merelakan Lisa walaupun itu sangat menyakitinya.
            Farli tahu betul tentang orang-orang yang juga mencintai kekasihnya. dia mengerti tentang kekasihnya yang menjadi pujaan para lelaki.
            “KRIIING,,,,KRIIING” HP Farli berdering, itu dari Lisa.
“Halo ?”
“kak, kamu bisa jemput aku tidak ?, aku mau ke rumah temanku”
“Mmmh,,, gimanya ?”
“Aaaah,,, mau yah ?” dengan suara manja
“iya-iya”
“Ku tunggu di rumahku ya kak”
            Kak memang sudah jadi panggilan Lisa terhadap kekasihnya itu karena dia menganggap Farli orang yang sangat dewasa.
            Farli tiba di rumah Lisa, dia langsung terkejut dengan penampilan kekasihnya itu,
“Woow, kamu cantik sekali, ada acara apa di rumah temanmu ?”
“Itu,,, temanku ulang tahun”
“oh...haha,,, pantas”
“memangnya kenapa ? Farli ndak suka ?”
“suka lah,, hmm,,, ayo berangkat”

            Mobil Farli pun melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan. Sesampainya di rumah teman Lisa
“Kak, masuk yah temenin aku,,”
“iya,,”

Dina teman Lisa pun menghampiri

“Lis, masuk dong,, nanti kering tuh diluar” Kata Dina
“iya iya” Jawab Lisa
“Duduk sini Lis,,” ajak Dina mempersilahkan mereka duduk.
“Mana yang lain Din ?” tanya Lisa
“Belum datang ini,,, orang malas semua sih,, haha,, aku ke dapur dulu yah Lis !” Jawab Dina
“Hahahah,,, ya”

Dina masuk ke dapur mempersiapkan makanan untuk para tamu. Farli dan Lisa hanya berdua di ruang tamu.

“mmhh,,,Farli tadi nanya penampilanku,, bagus ndak ?” tanya Lisa
dengan wajah tersenyum Farli menjawab “Kalau bagi saya, kamu lebih cantik kalau baru bangun tidur”
“Hah,,,,??” Lisa kaget
“Iya lah,,, itu kan kamu apa adanya”
“Alah,,, Farli bohong nih, semua cowok kan sama aja, sukanya bohong mulu”
“Tapi saya beda kok”
“Lisa mau liat bedanya Farli di antara cowok lain apa ?” dengan wajah menantnang
“Kita liat aja nanti” kata Farli sambil menelan ludah.


******

            Keesokan harinya saat Farli datang ke kelas Lisa, Dia mendengar banyak sekali teman sekelas Lisa yang menyindirnya. Kelakuan mereka sepertinya tidak menyukai kedatangan Farli.
Dihampirinya Lisa,
“Ini novelmu makasih ya,,,”kata Farli
“Iya,,, mau baca yang lain ?” tanya Lisa
“ngg,, aku mau bicara sebentar di luar” ajak Farli
            Farli mengajak Lisa untuk pergi ke kantin sekolah
“Ih,,, kakak baik banget hari ini , mau neraktir aku” ucap Lisa dengan suara manja
“haha,,, ini BSS yang,,,ngg,,,” kata Farli
“apa ?”
“Teman-teman kamu kayaknya gak ada yang suka sama aku, apa lagi cowoknya ,, apa salah gue ?” Farli bertanya
“ah,,, mungkin perasaan kakak aja,,”
“Gue tau kok ,, kamu banyak yang suka, apa lagi teman kelasmu itu !”
“ahh,, kakak jangan gitu dong”

******

Diam – diam Farli menyelidiki tentang hal ini, dan akhirnya dia mengetahui bahwa ada seseorang yang sedang mengincar kekasihnya itu, tidak lain dan tidak bukan Dani teman kelas Lisa, semua teman – teman Dani mendukungnya. Hal ini terus di pendam Farli. Sampai UAN telah berlalu , di penghujung masa SMA nya. dia mengajak Lisa untuk pergi di Pelabuhan Larea-rea. Hari itu tepat hari ulang tahun Lisa yang ke 16.

“Lisa,, ada sesuatu yang ingin ku katakan padamu”
“Apa ?” tanya Lisa bingung
“Kita sebaiknya,,,,” tiba – tiba pandangan Farli beralih ke motor yang sedang menuju ke arah mereka, itu adalah Dani.
“Lisa,,,” ucap Dani
“ngapain kamu ?” Lisa menjawab dengan alis merapat
“ ini hadiah ulang tahunmu” ucap Dani sambil menyodorkan sebuah cincin
“Apa ? cincin ? kamu ?” Lisa kaget
“Lisa , terima saja, itu adalah pemberian, tidak apa – apa” Farli memotong pembicaraan

Lisa menatap Farli dengan perasaan yang sangat bersalah,
“Terima kasih sudah datang Dani” ucap Farli
“Hah...??” Lisa Kaget
“Lisa, aku sudah ingin pergi meninggalkanmu untuk mengejar mimpiku, dan aku tidak mau kita menjalin sebuah hubungan jarak jauh, Jadi ,,”
“Apa,,,?? jangan – jangan katakan itu,,, jangan lakukan ini padaku , kumohon” ucap Lisa dengan wajah memelas
“Kamu memang kekasihku tapi aku belum punya hak sepenuhnya terhadap kamu,, aku juga tidak bisa mengekangmu untuk selalu bersamaku” kata Farli
“a,,apa ?? kita bisa menjalin hubungan itu, itu mudah bagi kita berdua”
“Lisa ini tentang hidupmu bukan hidupku, aku juga sudah tahu hubunganmu dengan Dani”
“Apa,,,??? kita hanya berteman tidak lebih”
“”Lisa,, aku ingin kamu bersama dengan orang yang bisa menjagamu disaat aku tidak ada, dan itu adalah orang – orang yang mencintaimu, aku tahu perasaan Dani terhadapmu, mungkin cintanya juga sebesar cintaku padamu, sekarang aku ingin kamu memilih , aku atau dia”
“hah,,,??? baiklah,, kalau itu memang maumu !!” ucap Lisa sambil mengusap air matanya yang menetes
“Aku akan memilih diantara kalian yang memang ada di hatiku, yang namanya selalu muncul di saat aku melihat loteng kamarku, orang yang sangat aku cintai dan kagumi, lelaki hanyalah kamu Farli” tambahnya
            Farli tampak senang dan lega mendengar pernyataan Lisa yang sangat mencintainya , lalu ia berkata “Aku juga sangat mencintaimu, tapi aku tidak ingin kamu kesepian, kalau perlu kamu tahu cintaku ini tidak mendorongku untuk memilikimu dan mengekangmu untuk terus bersamaku, tapi cintaku ini mendorongku untuk selalu membahagiakanmu, meskipun kebahagiaan itu bukan berasal dariku, aku senang banyak orang yang mencintai dan menyayangimu.”
            Akhirnya air mata Lisa itu tidak dapat ditahannya lagi, tangisan yang tidak bersuara namun sangat mendalam.
“Ini bukan akhir dari cinta kita, suatu saat nanti aku akan kembali untukmu dan hanya untukmu, Selamat tinggal dik”
            Tubuh Lisa seketika lemah mendengar perkataan Farli yang sangat menyakitinya. tanpa sadar dia terjatuh di pelukan Dani.

“Kamu antar pulang yah !” ucap Farli pada Dani

Dani hanya mengangguk, setelah itu Farli pergi menjauh dari mereka berdua, mengejar cita – cita dan jati dirinya yang sesungguhnya.

******

Di saat Farli dan Lisa sedang merindu, mereka hanya bisa melihat foto mereka berdua. Suatu hari HP Lisa berdering tanda SMS masuk. Itu dari Farli, dengan air mata yang bercucuran segera dibukanya pesan itu, ia kaget membaca pesannya , SMS yang isinya “Kenapa nangis ?”. Lisa merasa ia sedang diperhatikan oleh Farli, kenapa dia bisa tahu ? apakah dia juga merasakan kerinduan yang mendalam ini ? Lisa tidak membalas SMS itu, dia hanya merasa dekat dengan Farli, seperti ada sebuah rantai yang menghubungkan hati mereka..

******

Setahun telah berlalu, Farli pulang kembali ke Sinjai karena ibunya sakit keras, ia juga punya tujuan lain , untuk melihat wajah wanita yang sangat dicintainya.
            Farli tidak bisa tenang di rumahnya, ia selalu ingin pergi ke rumah Lisa, walaupun ibunya sedang sakit, dengan berat hati akhirnya ia pergi ke rumah Lisa.
            Sesampainya di sana, ia melihat Lisa sedang duduk di teras rumahnya, menyendiri.
“Kak, sini masuk !” teriak Lisa memanggil Farli
            Tanpa basa – basi Farli langsung masuk ke teras rumah Lisa
“Duduk kak, kapan datangnya ?” tanya Lisa dengan wajah kemerah – merahan
“Baru kemarin” jawab Farli.
“Kak, aku rindu”
“Aku juga Lisa,,kamu udah punya pacar baru ?” sambil tersenyum
“Ngaak, aku masih nunggu kamu” diikuti dengan tawa kecil dan wajah memerah

Sudah lebih 30 menit mereka melepas kerinduan dan melepas sepi.

“Waktu aku dikasih cincin sama Dani, aku sama sekali tidak melihat kecemburuan di matamu, apa ada wanita lain yang sedang kamu cintai ?” tanya Lisa dengan cemas
“Aku tidak cemburu hanya karena hal seperti itu, aku yakin bahwa kamu hanya mencintaiku, keyakinan akan itu bisa menekan sedikit kecembuaruanku”
“Kenapa kamu begitu yakin ?”
“Tidak tahu” jawab Farli bingung



Pertemuannya dengan Lisa sedikit melepas kerinduan Farli, meskipun hari itu juga dia harus kembali ke Makassar, tiba – tiba perasaannya mulai berubah, dia merasakan ada suatu hal yang membahayakan orang yang sangat dicintainya , ia segera menoleh ke arah rumah Lisa. Dilihatnya Asap tebal tepat diatas rumah tersebut, tanpa pikir panjang ia segera pergi menuju rumah Lisa.

Sekitar 1 km dari rumah Lisa, dia sudah bisa melihat api yang sangat besar, hal itu membuat dia tidak berkonsentrasi mengendalikan mombilnya dan hampir saja menabrak orang – orang di jalan.

Sesampainya di sana, dia terkejut sudah 3 rumah termakan oleh jago merah itu termasuk rumah Lisa, dia bertanya pada seseorang

“Dimana semua orang – orang yang ada di rumah itu ?” sambil menunjuk ke arah rumah Lisa
“Mereka ada di rumah sakit 4 orang selamat , ada satu itu perempuan kena luka bakar berat,,,,”

Belum selesai orang itu bicara , Farli langsung pergi ke rumah sakit.


******

Lisa, terkena luka bakar 60 % di tubuhnya, hal sangat mengguncang hatinya. Di tambah lagi orang – orang sudah banyak yang menjauhinya, tapi ada seorang yang selalu berada di sampingnya , dialah Farli.
            Lisa ingin sekali memperbaiki bentuk wajahnya dengan operasi plastik, tapi dokter menyarankan untuk mengubur dalam – dalam niatnya itu , karena itu bisa berakibat fatal bagi tubuhnya. Sistem pertahanan tubuhnya akan menolak hasil operasi ini biasa disebut imuniologi dan Dia bisa saja meninggal.
            Lisa hanya bisa bersandar pada sahabatnya Dina. Dia sudah tidak pernah lagi curhat dengan Farli karena ia malu pada dirinya sendiri. Selain itu dia harus berkonsentrasi pada UAN, membuatnya stres tidak karuan.
            Farli selalu memberinya semangat, dengan mengatakan “Lulus yah, aku tunggu kamu di UNHAS”
            Kata – kata itu yang kembali memberinya semangat untuk belajar. Hingga akhirnya ia bisa lulus di UAN sekaligus meraih bebas tes di UNHAS jurusan sejuta umat , kedokteran. Ia sangat bangga juga sangat sedih, karena masih malu dengan keadaanya sekarang, ia sudah tidak secantik dulu dan orang yang selalu dekat dengannya mulai berpaling dan pergi entah kemana.
            Tapi dari itu semua ada satu hal yang sangat membuatnya bangga, Farli tetap mencintainya.

“Inilah Lisa yang ku maui, Lisa yang hanya milikku 100%” kata Farli sambil mengecup kening Lisa
“Orang – orang sudah tidak mengenalku sebagai Lisa, aku sudah seperti orang lain” ucap lisa
“Tapi namamu tetap Lisa, hatimu tidak pernah berubah”

            Lisa yang sangat mencintai Farli merasa dirinya sudah tidak pantas lagi untuk seorang pria yang baik dan gagah seperti Farli. Ia selalu mendengar kata – kata orang lain, “Pria itu sudah gila , masih mau sama wanita seperti dia”.Perkataan itu sangat menyakiti hati Lisa, dia juga mulai berpikir mengapa Farli masih mencintainya.

“Aku tidak punya alasan untuk mencintaimu, dan aku juga tidak punya alasan untuk meninggalkanmu, jujur, aku juga bingung tentang cintaku ini namamu akan selalu ada di hatiku,,Lisa dan kebahagiaanmu adalah yang utama di hidupku”

            Sampai suatu hari Lisa jatuh sakit, selama berbulan – bulan tanpa memberi tahu Farli. Dia hanya melihat sebuah kalung dengan permata biru pemberian Farli. Lalu mengingat kata – katanya.
“Kalung ini tanda bahwa kamu adalah cinta sejatiku, dan aku sudah yakin bahwa kamulah belahan jiwaku yang akan mendampingi hidupku suatu hari nanti”

            Seminggu Lisa tanpa kabar membuat Farli penasaran, ditanyanya Dina.
“Lisa sakit” kata Dina
“Kenapa kamu nggak kasih tau”
“Lisa sendiri yang bilang, kalau dia nggak mau kamu terganggu”

            Mengetahui Lisa sakit, Farli selalu menjenguknya, bahkan setiap hari sepulang ia kuliah.

            3 bulan sakit yang diderita tak kunjung sembuh. Malam itu hujan deras teman – teman Lisa dari SD,SMP, SMA dan teman kuliahnya datang ke rumah sakit untuk menjenguk. Wajah Lisa sudah nampak pucat dan bibir yang pecah – pecah sekaligus sariawan. Nampaknya Lisa sangat bahagia di kunjungi oleh teman – temannya.
            Farli sangat bahagia melihat wajah Lisa yang tersenyum, dia memutuskan untuk tinggal di rumah sakit menemani Lisa. Bukannya senang, Lisa malah keberatan Farli tinggal untuk menemaninya.
“Tinggalkan aku sendiri, aku nggak mau kamu disini, jangan lihat wajahku, pergi !”
            Dilemparnya bantal mengenai Farli, tapi Farli tetap bersih keras untuk tinggal.
“Aku tetap di sini Lisa” kata Farli
            Lisa menangis sejadi – jadinya. Farli bingung kenapa Lisa bisa berubah seperti itu. Dia merasa di lubuk hati yang paling dalam Lisa tidak ingin melihatnya pergi dari kamar itu.

“Kak, aku lapar,,, suap dong” dengan suara manja Lisa meminta kepada Farli
“Iya,,,,” sambil tertawa kecil mendengar suara manja Lisa

            Farli menyuap Lisa, di saat – saat mereka berdua sangat mesrah, Lisa tiba – tiba mencengkram lengan Farli dan berkata “ Aku cinta kamu , janggan tinggalin aku !”
“Tidak akan Lisa, itu tidak akan terjadi” ucap Farli

            Lalu Lisa tersenyum dan akhrnya tertidur pulas. Keesokan harinya Farli meminta izin pulang kepada orang tua Lisa karena ingin kuliah, ia melihat keadaan Lisa yang mulai membaik karena semalaman dia tidur sangat pulas.

            Malam itu hujan kembali mendera Makassar, tepat pukul 3.30 WITA, Farli bangun dan shalat Tahajjud, lalu di lanjutkan Shalat Istiqarah. Dia berdoa “Ya Allah jika memang Lisa adalah jodohku, satukanlah kami”

            Setelah shalat tiba – tiba Hpnya berdering, telpon dari Dina
“Halo”
“Farli, ini,, mmhhh,,, Lisa meninggal”
“Hah,,,,”

Telpon langsung di tutup dan Farli segera menuju rumah sakit. Sesampainya di sana dia melihat keluarga dan sahabat Lisa sedang bersedih.Ia pun duduk di dekat Dina

“Kapan dia meninggal ?” tanya Farli pada Dina
“sekitar jam 2 an” jawab Dina
“Waktu saya tinggal dia baik – baik saja” kata Farli
tanpa menanggapi pernyataan Farli, Dina langsung mengeluarkan sepucuk surat dan sebuah kalung.
“ Ini ,,, dari Lisa”
Dibacanya surat itu, surat yang berisi

“Kenapa kamu begitu sangat berarti di hidupku
Kenapa aku begitu sangat mencintaimu
Aku bukan wanita yang pantas untukmu Farli
Aku tidak bisa membahagiakanmu
Aku bukanlah wanita itu”

Di lihatnya kalung pemberiannya dulu,

“ Lisa menulis surat itu seminggu sebelum dia meninggal, dia sepertinya tahu kapan dia harus pergi, dia tidak mau kamu kecewa, dia juga ingin melihat kamu bahagia” ucap Dina dengan air mata yang mengalir
“Lisa,,,Kenapa kamu tidak pernah mengerti mengapa aku mencintaimu, aku sudah katakan bahwa aku laki – laki yang berbeda”

“Hanya waktu yang bisa mengalahkan Cintaku padamu. Jika suatu saat nanti aku bersama dengan wanita lain, itu hanyalah yang ke 2, kamulah yang pertama. aku harap Cinta kita bisa bersatu selamanya di Surga.”



TAMAT
           
Cerpen ini mengandung makna :
menceritakan tentang keluh
kesah seseorang kepada
tuhannya karena menyesal
telah meninggalkan sang
kekasih, dan saat dia ingin
kembali lagi kepada
kekasihnya, dia sadar bahwa
hampir mustahil untuk
menemukan kekasihnya lagi.
Akhirnya, dia pasrah kepada
tuhannya, dan menyadari,
bahwa cinta yang
sesungguhnya adalah cinta
seorang hamba kepada
Tuhannya.

           







0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More